News

BBM Tak Naik, Tapi Subsidi Terancam Jebol Rp100 Triliun Purbaya Buka Risiko APBN

Sherly Nova Maharani |
BBM Tak Naik, Tapi Subsidi Terancam Jebol Rp100 Triliun Purbaya Buka Risiko APBN

JAKARTA. Pemerintah memastikan belum akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi meski tekanan harga minyak dunia meningkat. Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang masih dinilai mampu menahan gejolak tersebut.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada rencana penyesuaian harga BBM subsidi. “Setahu saya tidak ada (penyesuaian kebijakan BBM subsidi). Jadi saya bilang, jangan diganggu dulu anggaran. Ini masih terlalu dini,” ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip pada hari ini. 

Menurutnya, kondisi fiskal masih cukup kuat untuk menyerap tekanan kenaikan harga energi global. Harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang berada di kisaran US$74 per barel memang sedikit di atas asumsi APBN, tetapi belum memberikan dampak signifikan terhadap postur anggaran.

Purbaya menjelaskan bahwa perhitungan APBN tidak didasarkan pada lonjakan harga jangka pendek, melainkan pada rata-rata pergerakan harga sepanjang tahun. Oleh karena itu, pemerintah belum melihat urgensi untuk mengambil langkah penyesuaian harga dalam waktu dekat.

“Untuk ambil tindakan saja sebetulnya sekarang kecepatan. Masih meleset 4 dolar AS dibanding dari asumsi 70 dolar AS. Kenapa ubah cepat-cepat? Tapi tindakan kita tetap menunjukkan bahwa kita lebih hati-hati. Sudah kita hitung semuanya,” jelasnya. 

Namun demikian, pemerintah tetap mewaspadai potensi tekanan fiskal apabila harga minyak dunia terus meningkat. Dalam skenario tertentu, beban subsidi energi berisiko mengalami lonjakan signifikan apabila harga BBM tetap ditahan.

Purbaya menegaskan bahwa APBN masih memiliki daya tahan untuk menyerap tekanan tersebut, setidaknya dalam kondisi saat ini. “APBN kita kan masih tahan. Saya nggak akan ubah APBN atau subsidi yang ada sampai titik yang mungkin nanti harga minyak tinggi sekali. Tapi pada saat sekarang, sampai akhir tahun dengan harga sekarang, kita masih tahan APBN ya. Tergantung keputusan pimpinan nantinya. Tapi saya tawarkan aman,” tegasnya. 

Kendati demikian, ia mengisyaratkan bahwa kebijakan subsidi tetap memiliki batas. Jika tekanan harga energi meningkat tajam dan berlangsung dalam jangka panjang, pemerintah berpotensi melakukan penyesuaian kebijakan, termasuk opsi berbagi beban dengan masyarakat.

Secara keseluruhan, pemerintah saat ini memilih menjaga stabilitas harga BBM guna melindungi daya beli masyarakat, dengan konsekuensi meningkatnya beban subsidi energi dalam APBN.


Global Recognition
Global Recognition | Word Tax     Global Recognition | Word TP

Contact Us

Head Office - Jakarta
MUC Building
Jl. TB Simatupang 15
Jakarta Selatan 12530

+6221-788-37-111 (Hunting)

+6221-788-37-666 (Fax)

Branch Office - Surabaya
Graha Pena 15th floor
Jl. Ahmad Yani 88
Surabaya 60231

Subscribe

For more updates and information, drop us an email or phone number.

Integrity & Responsibility

Good Corporate Citizenship

Whistleblowing

Privacy Policy


© 2020. PT Multi Utama Consultindo. All Rights Reserved.
dari server baru