Regulation Update

Berlaku 1 Januari 2025, Indonesia Resmi Terapkan Pajak Minimum Global 



Berlaku 1 Januari 2025, Indonesia Resmi Terapkan Pajak Minimum Global 
Ilustrasi: Indonesia terapkan ketentuan pajak minimum global (Pexels/RDNE Stock project)

JAKARTA. Pemerintah resmi menerapkan ketentuan pajak minimum global sebesar 15% atau Global Anti-Base Erosion (GLoBE) Rules, mulai 1 Januari 2025, sebagaimana tertuang di dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 136 Tahun 2024

Aturan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan global, sebagaimana yang ditetapkan oleh OECD/G20 Inclusive Framework (IF) on Base Erosion and Profit Shifting (BEPS), termasuk di dalamnya Indonesia. 

Tujuannya, untuk menutup celah praktik penghindaran pajak yang dilakukan perusahaan multinasional, lewat pemindahan keuntungan ke suatu negara atau yurisdiksi.   

Dengan ketentuan ini, entitas bisnis baik perusahaan maupun bentuk usaha tetap (BUT) yang tergabung di dalam grup perusahaan multinasional (PMN), dengan nilai peredaran bruto EUR 750 juta per tahun dalam dua tahun dari empat tahun pajak sebelum pengujian. 

Baca Juga: Tax Holiday Diperbarui: Pendaftaran Diperpanjang, Klausul Pajak Minimum Global Diatur

Adapun pengenaan pajak minimum global tersebut dikenakan berdasarkan ketentuan Income Inclusion Rules (IIR), Undertaxed Payment Rules (UTPR) dan Domestic Minimum Top-up Tax

IIR merupakan Pajak tambahan untuk entitas induk jika entitas lain dalam grup membayar pajak di bawah tarif minimum. Sementara UTPR diterapkan oleh suatu negara jika, negara tempat induk usaha tidak menerapkan IIR. Kemudian DMTT merupakan pajak tambahan domestik, untuk entitas yang membayar pajak di bawah 15%. 

Entitas yang Dikecualikan 

Namun demikian, ketentuan ini tidak berlaku untuk badan pemerintah, organisasi nirlaba, dana pensiun, dan entitas dana investasi tertentu.  

Entitas dana pensiun yang dimaksud, yaitu yang didirikan dan dioperasikan secara eksklusif untuk menginvestasikan dana demi keuntungan dana pensiun tersebut atau untuk menjalankan kegiatan yang bersifat tambahan. 

Ketentuan GloBE Information Return 

Untuk memastikan entitas yang tercakup dalam ketentuan ini melaksanakan kewajibannya, maka lewat beleid ini wajib membuat SPT Tahunan PPh GloBE  atau GloBE Information Return (GIR) maksimal 15 bulan setelah berakhirnya tahun pajak. 

GIR yang dibuat setidaknya harus memuat informasi identitas entitas konstituen, struktur grup perusahaan multinasional dan penghitungan tarif pajak efektif setiap negara, pajak tambahan anggota grup usaha patungan (joint venture group) dan alokasi pajak tambahan berdasarkan IIR dan UTPR setiap negara/yurisdiksi. 

Selain itu, perusahaan juga wajib membuat  SPT Tahunan PPh GloBE, SPT Tahunan PPh DMTT atau SPT Tahunan PPh UTPR. (ASP)


Global Recognition
Global Recognition | Word Tax     Global Recognition | Word TP

Contact Us

Jakarta
MUC Building
Jl. TB Simatupang 15
Jakarta Selatan 12530

+6221-788-37-111 (Hunting)

+6221-788-37-666 (Fax)

Surabaya
Graha Pena 15th floor
Jl. Ahmad Yani 88
Surabaya 60231

Subscribe

For more updates and information, drop us an email or phone number.



© 2020. PT Multi Utama Consultindo. All Rights Reserved.
dari server baru