Ekonomi RI Kuartal I Tumbuh 5,61%, THR dan MBG Topang Belanja Pemerintah
JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis kinerja perekonomian Indonesia di Kuartal I 2026 tumbuh 5,61% year on year (YoY). Kinerja perekonomian Indonesia yang dirilis BPS tersebut diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB).
Nilai PDB Indonesia kuartal I 2026 atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.187,2 triliun. Sementara nilai PDB atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp3.447,7 triliun.
Jika dilihat berdasarkan komponennya, belanja pemerintah menjadi komponen yang mengalami pertumbuhan tertinggi, yaitu 21,81% meskipun andilnya hanya 6,72%.
Pertumbuhan belanja pemerintah pusat tersebut ditopang oleh belanja pegawai berupa pemberian THR dan belanja barang untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Komponen Pertumbuhan Lain
Sementara komponen dengan andil terbesar yaitu konsumsi rumah tangga (54,36%) mengalami pertumbuhan 5,52%. Kemudian komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi tumbuh 5,96% dengan kontribusi 28,29%.
Selanjutnya ekspor dan konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) masing-masing tumbuh 0,90% dan 6,28%, dengan kontribusi sebesar 21,22% dan 1,40%. Adapun komponen impor mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,18% dengan kontribusi sebesar -20,29%.
Pertumbuhan Ekonomi Sektoral
Dari pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61% tersebut, masih ditopang oleh sektor industri pengolahan dengan andil 1,03%. Hal tersebut dipengaruhi oleh tingginya permintaan domestik dan luar negeri.
Misalnya, pada subsektor industri makanan dan minuman tercatat tumbuh 7,04% karena tingginya permintaan di bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Subsektor industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik tumbuh 10,35% karena tingginya permintaan dari luar negeri terhadap barang elektronik dan baterai.
Selanjutnya, subsektor industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tumbuh 7,41% ditopang peningkatan produksi untuk memenuhi kebutuhan domestik dan luar negeri.
Kemudian sektor perdagangan, pertanian, konstruksi, dan lain-lain memberikan andil masing-masing 0,82%, 0,55%, 0,53%, dan 2,68%.