News

Menkeu Purbaya: Penerimaan Pajak per April 2026 Tumbuh 16,1%

Asep Munazat Zatnika

May 20, 2026

Menkeu Purbaya: Penerimaan Pajak per April 2026 Tumbuh 16,1%

JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut realisasi penerimaan pajak sepanjang Januari-April 2026 tumbuh 16,1% year on year menjadi Rp646,3 triliun.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, realisasi tersebut baru mencapai 27,4%.

Menurut Purbaya, capaian tersebut sejalan dengan pertumbuhan aktivitas ekonomi dan semakin baiknya implementasi Coretax. Selain itu, mayoritas jenis pajak utama menunjukkan pertumbuhan yang solid, yang menggambarkan terjaganya penghasilan dan konsumsi masyarakat.

Baca Juga: Purbaya Klaim Coretax Berdampak Positif, SPT Kurang Bayar Naik Tajam

Penerimaan per Jenis Pajak

Secara rinci, realisasi penerimaan pajak sepanjang Januari-April terdiri atas:

  • penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) Badan dan Deposit PPh Badan sebesar Rp135,2 triliun

  • PPh orang pribadi dan PPh Pasal 21 sebesar Rp101,1 triliun

  • PPh Final, PPh Pasal 22, dan PPh Pasal 26 sebesar Rp109,1 triliun

  • Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN dan PPnBM) sebesar Rp221,2 triliun

  • Pajak lainnya sebesar Rp79,7 triliun.

Sementara itu, secara sektoral penerimaan pajak didominasi oleh sektor perdagangan dengan kontribusi sebesar 24,9% dari total penerimaan.

Baca Juga: Sebuah Catatan Tentang Relaksasi di Ujung Waktu

Penerimaan Pajak Sektoral

Beberapa sektor utama lainnya, seperti industri pengolahan, pertambangan, serta sektor konstruksi dan real estat masing-masing berkontribusi sebesar 22,5%, 8,8%, dan 3,7%.

Berikut rincian penerimaan pajak untuk empat sektor utama:

  • Industri pengolahan: Rp145,3 triliun

  • Sektor perdagangan: Rp161 triliun

  • Sektor konstruksi dan real estat: Rp24,2 triliun

  • Sektor pertambangan: Rp56,7 triliun

Beberapa faktor yang mendorong kinerja penerimaan pajak sektoral tersebut di antaranya:

Penerimaan pajak di industri pengolahan ditopang oleh subsektor industri minyak kelapa sawit yang kinerjanya meningkat.

Penerimaan pajak sektor perdagangan tumbuh 16,2% yang didorong oleh subsektor perdagangan besar BBM dan perdagangan online, sejalan dengan peningkatan tren belanja online.

Penerimaan sektor konstruksi dan real estat tumbuh 1,3% yang ditopang oleh subsektor real estat yang dimiliki sendiri.

Terakhir, sektor pertambangan tercatat tumbuh 5,4% yang ditopang oleh pertumbuhan sektor pertambangan migas.

Purbaya menyebut data realisasi penerimaan tersebut telah mematahkan asumsi bahwa ekonomi tengah mengalami pelambatan dan daya beli masyarakat tertekan.