JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut realisasi penerimaan pajak hingga 30 Juni 2026 tumbuh 24,6% dibandingkan tahun lalu menjadi Rp1.035,7 triliun.
Jika dibandingkan dengan target pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, jumlah itu setara 43,9%. Sebagai informasi, target penerimaan pajak tahun 2026 dipatok sebesar Rp2.357,7 triliun.
Hal tersebut disampaikan pada konferensi pers realisasi APBN 2026 yang bertajuk APBN KiTa: Kinerja dan Fakta, pada Selasa (21/7) di Jakarta.
Dengan penerimaan pajak tersebut, total pendapatan negara hingga akhir Juni 2026 tercatat sebesar Rp1.459,4 triliun. Jumlah pendapatan negara tersebut tumbuh 21,4% dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Defisit APBN Terjaga
Menurut Purbaya, dengan pendapatan yang tumbuh kuat, defisit APBN dapat dipertahankan di level aman, yaitu sebesar 0,76% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Jumlah defisit APBN hingga semester pertama tercatat sebesar Rp196,5 triliun. Sebagai informasi, nilai belanja negara yang telah terealisasi hingga semester pertama sebesar Rp1.656 triliun.
Adapun nilai keseimbangan primer sepanjang semester pertama 2026 sebesar Rp85,1 triliun.
Purbaya menilai kondisi ini menunjukkan APBN 2026 berada dalam kondisi yang cukup bagus, ekspansif, dan mendukung pembangunan.
Menurutnya, kondisi tersebut juga membuat berbagai lembaga pemeringkat (rating agencies) memberikan penilaian positif terhadap perekonomian Indonesia. (ASP)

